contagious thinking

sadar nggak sih kalo selama ini segala hal negatif yang kamu pikirin pada akhirnya bakal balik lagi ke kamu?

(ya halo kali ini aku mau nulis pake bahasa sendiri karena sedang ingin saja)

aku sering banget kayak gitu. bilangnya sih, daripada kecewa mending mempersiapkan diri sendiri dengan kemungkinan terburuk. makanya anaknya jarang ngerasa dikasih harapan palsu karena emang udah mikir jeleknya. nggak juga sih kecewa mah tetep. cuma rasanya nggak bakal sesakit kalo mikir yang bagus-bagus.

sementara orang-orang selalu bilang aku positif, optimis banget. well, guys, that’s just my facade because i dont want anyone else to know what i really think inside. karena aku juga anaknya nggak suka sama orang yang negatif, jadi mending dibilang kepedean daripada keliatannya negatif.

tetapi aku baru sadar. aku sering banget mikir yang jelek dan pada akhirnya beneran terjadi. seperti misalnya, aku lamar ke sebuah perusahaan. sepanjang jalan aku optimis, tapi saat langkah pertama masuk ke dalam gedung, aku langsung berpikir ‘ah aku jadi nggak mau kerja di sini’. perasaanku semakin kuat setelah wawancara dan setelahnya pun aku terus-terusan berpikir kalau aku nggak bakal keterima. and guess what, i did not make it.

atau saat baru kenal sama orang. aku bukan orang yang bisa ngobrol banyak sama orang yang baru aku kenal dan aku sangat canggung terhadap orang baru. aku selalu berpikir pasti orang di depanku beranggapan aku membosankan atau jutek. dan benar seperti itu ujungnya.

kasus lain, aku cenderung berpikir sangat sangat jauh ke depan, ke hal yang mungkin nggak terpikirkan orang lain saat itu. aku juga selalu takut dengan pikiran orang tentangku dan aku selalu berpikir yang buruk. lalu hal tersebut jadi nyata. capek kan?

sama halnya dengan blog ini. awalnya aku takut nulis dengan bahasa inggris. takut dibilang sok bulelah, nggak nasionalislah. tapi jarang ada yang baca blogku ini kan karena isinya sampah, jadi aku tulis aja sesuai apa yang ada di otakku. andai aku bisa sebodo amat itu dalam sehari-hari.

ini bukan tulisan yang berisi solusi bagaimana kamu mengatasi pikiran negatif di otakmu karena aku, sebagai penulis tulisan ini, masih mencari cara untuk mengurangi hal tersebut. aku menulis untuk berbagi kegelisahanku saja dan melegakan perasaanku. namun, biasanya jika aku sedang merasa negatif, aku akan berusaha mencari hal positif, sebaliknya. aku sudah tidak peduli lagi mau dibilang kepedean atau kegeeran. yang penting aku nggak negatif. syukur jika kata-kata positifku bisa membuat orang lain juga menjadi optimis. karena kenegatifan dan kepositifan itu menular, sadar atau tidak. dunia sekarang sudah terlalu terpuruk dengan hal buruk, mari kita mencoba jadi pribadi yang lebih cerah dan positif!

cheers,

tim-e

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s